Menu

Mode Gelap
Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten OKU Selatan Digelar, Fokus Infrastruktur dan Konektivitas Wilayah Sekda OKU Selatan Harapkan OPD Aktif dalam Pembahasan LKPJ Kepala Daerah 2025 Pemkab OKU Selatan Dukung Pengamanan Lebaran, Asisten II Hadiri Rakor Operasi Ketupat Musi 2026 Bupati OKU Selatan Terima Audiensi Bawaslu, Perkuat Sinergi Kelembagaan Bupati OKU Selatan Hadiri Buka Puasa Bersama PWM Muhammadiyah Sumatera Selatan di Muaradua Safari Ramadhan 1447 H, Bupati OKU Selatan Tekankan Pembangunan Infrastruktur

OKU Selatan

Waduh! Gegara Pondok Dibakar Puluhan Warga Tunas Jaya Geruduk PT PML OKU Selatan

badge-check


					Puluhan warga Desa Tunas Jaya, OKU Selatan, saat mendatangi kantor PT Paramitra Mulia Langgeng (PT PML) setelah pondok milik salah satu warga dirusak dan dibakar. (foto: Narasinews) Perbesar

Puluhan warga Desa Tunas Jaya, OKU Selatan, saat mendatangi kantor PT Paramitra Mulia Langgeng (PT PML) setelah pondok milik salah satu warga dirusak dan dibakar. (foto: Narasinews)

BUANA PEMACA, NARASINEWS.CO – Sekitar 60 kepala keluarga dari Dusun VIII Sindang Pala, Desa Tunas Jaya, Kecamatan Buana Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, mendatangi kantor PT Paramitra Mulia Langgeng (PT PML) pada Rabu, 16 Oktober 2024.

Aksi ini diduga dipicu oleh pembakaran pondok milik salah satu warga yang terletak di dekat lahan perusahaan.

Warga mengaku merasa dirugikan setelah pondok tersebut dirusak dan dibakar oleh pihak yang diduga petugas PT PML dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

Tamrin, salah satu tokoh masyarakat setempat, menegaskan bahwa kedatangan mereka bertujuan untuk mencari kejelasan terkait insiden tersebut.

“Kami merasa terganggu karena pondok saudara kami dirusak. Kami ingin tahu alasan di balik tindakan ini,” ujarnya.

Tamrin juga menjelaskan bahwa warga telah menempati lahan tersebut sejak tahun 1982 dan mengandalkan hasil kebun untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Kami hanya menuntut keadilan dan ketenangan dalam mencari nafkah,” tambahnya.

Kepala Desa Tunas Jaya, Sahroni, yang turut mendampingi warga, mengatakan bahwa pembakaran pondok tersebut dilakukan tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.

“Warga kami membuka lahan untuk bertahan hidup. Jika tidak ada lahan, mereka kehilangan sumber mata pencaharian,” tegas Sahroni.

Ia berharap adanya solusi agar warga bisa terus bercocok tanam dengan tenang dan berjanji akan mendampingi masyarakat dalam proses hukum jika diperlukan.

Di sisi lain, General Manager PT PML, Tribtanto, menyatakan bahwa pembakaran pondok bukan merupakan instruksi dari perusahaan.

Menurutnya, kejadian itu terjadi saat petugas KPH melakukan pengecekan di area yang dikelola warga.

“Kami tidak pernah melakukan tindakan anarkis terhadap masyarakat,” jelas Tribtanto.

Ia juga menambahkan bahwa pihak perusahaan siap mencari solusi bersama dengan pihak terkait.

Aksi warga ini menunjukkan ketidakpuasan mereka atas perlakuan yang diterima serta harapan untuk mendapatkan keadilan dan solusi yang memadai.

Atas aksi ini juga tepantau di mendapat penjagaan oleh aparat dari Polsek Simpang dan Babinsa Buana Koramil Simpang, dan berlangsung dalam situasi yang aman dan kondusif. (end)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten OKU Selatan Digelar, Fokus Infrastruktur dan Konektivitas Wilayah

1 April 2026 - 01:33 WIB

Sekda OKU Selatan Harapkan OPD Aktif dalam Pembahasan LKPJ Kepala Daerah 2025

9 Maret 2026 - 18:19 WIB

Pemkab OKU Selatan Dukung Pengamanan Lebaran, Asisten II Hadiri Rakor Operasi Ketupat Musi 2026

9 Maret 2026 - 18:14 WIB

Bupati OKU Selatan Terima Audiensi Bawaslu, Perkuat Sinergi Kelembagaan

9 Maret 2026 - 16:08 WIB

Bupati OKU Selatan Hadiri Buka Puasa Bersama PWM Muhammadiyah Sumatera Selatan di Muaradua

9 Maret 2026 - 10:07 WIB

Trending di News