JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam penguatan budaya literasi. Hal ini ditandai dengan kehadiran Bunda Literasi Kabupaten OKU Selatan, Yohana Abusama, dalam audiensi Duta Literasi, Bunda Literasi, dan Bapak Literasi se-Provinsi Sumatera Selatan bersama Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), yang berlangsung di Auditorium Lantai 4 Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bunda Literasi OKU Selatan didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten OKU Selatan, Syarpudin, S.E., M.M. Kehadiran delegasi OKU Selatan menjadi bagian dari sekitar 170 peserta yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Selatan.

Audiensi ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi antara Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, serta perpustakaan kabupaten/kota. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah untuk menyelaraskan visi pembangunan nasional dengan kebijakan daerah di bidang perpustakaan, guna mendorong peningkatan budaya literasi masyarakat secara berkelanjutan.
Rombongan peserta audiensi diterima langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof. Aminuddin Azis, M.A., Ph.D., beserta jajaran. Turut hadir Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana, S.Sos., M.Si., serta Duta Literasi Sumatera Selatan, Ratu Tenny Leriva, M.M. Pada kesempatan tersebut, dipaparkan sejumlah program inovatif dalam pengembangan literasi, mulai dari peningkatan minat baca generasi muda, layanan literasi inklusif bagi penyandang disabilitas, hingga upaya pelestarian bahasa daerah.
Dalam arahannya, Prof. Aminuddin Azis menegaskan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Perpustakaan Nasional RI, lanjutnya, terus mendorong penguatan kecakapan literasi melalui penyediaan buku bacaan bermutu yang dapat diakses hingga ke tingkat desa.
Menanggapi hal tersebut, Bunda Literasi Kabupaten OKU Selatan, Yohana Abusama, menyampaikan apresiasi atas penguatan sinergi yang dibangun dalam audiensi ini. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten OKU Selatan untuk terus mendorong peningkatan budaya literasi di daerah melalui berbagai program dan kolaborasi lintas sektor.
“Perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga berkembang sebagai pusat pembelajaran, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, keberadaan perpustakaan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di OKU Selatan,” ujarnya.
Audiensi ini diakhiri dengan sesi pertukaran cinderamata antara Perpustakaan Nasional RI dan para perwakilan daerah sebagai simbol komitmen bersama dalam menjadikan Provinsi Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah penggerak literasi di Indonesia. (end)







