MUARADUA — Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa libur dan arus pemudik, Kepolisian Resor (Polres) OKU Selatan mempertegas kehadiran negara melalui penguatan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).
Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan respons konkret atas kebutuhan mendesak akan rasa aman bagi pemudik dan wisatawan yang memadati wilayah OKU Selatan, Minggu pagi (4/1/25).

KRYD digelar secara intensif dengan menyasar titik-titik strategis yang selama ini dinilai memiliki kerawanan, mulai dari jalur wisata, lintasan utama pemudik, hingga ruas jalan sepi yang membelah kawasan hutan.
Patroli lapangan dipimpin oleh Kasi Propam Polres OKU Selatan, AKP Sutrisno, yang mewakili Kapolres OKU Selatan, sebagai penanggung jawab pengawasan langsung kegiatan pengamanan.
Dalam keterangannya, AKP Sutrisno menegaskan bahwa peningkatan patroli bukan sekadar menunjukkan eksistensi aparat, melainkan bentuk tanggung jawab institusional Polri dalam menjamin keamanan publik.
Menurutnya, situasi geografis OKU Selatan yang memiliki banyak jalur panjang dan minim permukiman menuntut kehadiran polisi secara nyata di lapangan.
“Kehadiran polisi bukan untuk menakut-nakuti, tetapi memastikan masyarakat merasa dilindungi. Jalur sepi, kawasan hutan, dan akses wisata harus dijaga agar tidak menjadi ruang kosong yang berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan,” tegas AKP Sutrisno.
Ia menyebutkan, patroli sambang yang dilakukan selama KRYD dirancang dengan pendekatan preventif. Artinya, polisi tidak menunggu terjadinya gangguan keamanan, tetapi hadir lebih dulu untuk menutup celah potensi tindak kriminal.
Strategi ini dinilai efektif dalam menekan angka kejahatan jalanan, khususnya pencurian, perampasan, dan gangguan kamtibmas lainnya.
Patroli KRYD melibatkan personel lintas fungsi, mulai dari satuan sabhara, lalu lintas, hingga fungsi pengawasan internal.
Sinergi ini memungkinkan patroli menjangkau lebih banyak wilayah dalam waktu yang bersamaan, sekaligus memperkuat pengawasan internal agar pelaksanaan tugas tetap profesional dan humanis.
Salah satu anggota patroli mengungkapkan bahwa meskipun patroli sambang telah menjadi agenda rutin, intensitas KRYD kali ini ditingkatkan secara signifikan.
“Pada momen tertentu seperti libur panjang dan arus pemudik, beban risiko otomatis meningkat. Karena itu, patroli tidak bisa dilakukan dengan pola biasa,” ujarnya.

Keberadaan polisi di jalur-jalur wisata yang dikelilingi hutan lebat disebut memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi masyarakat.
Wisatawan, khususnya yang datang dari luar daerah, merasa lebih percaya diri untuk melintas dan berkunjung ke destinasi wisata unggulan di OKU Selatan tanpa dihantui rasa was-was.
Dari sisi lain, pengamanan ini juga dinilai sebagai langkah strategis mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
AKP Sutrisno menegaskan bahwa keamanan merupakan prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Tanpa jaminan keamanan, geliat wisata dan perputaran ekonomi masyarakat akan terhambat.
“Ketika wisatawan merasa aman, mereka akan datang, tinggal lebih lama, dan berbelanja. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Karena itu, pengamanan ini bukan hanya tugas kepolisian, tapi investasi jangka panjang bagi daerah,” ujarnya.
Polres OKU Selatan memastikan bahwa KRYD tidak bersifat seremonial atau temporer.
Kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan, dengan evaluasi berkala untuk menyesuaikan pola pengamanan dengan dinamika di lapangan.
Dengan langkah ini, Polres OKU Selatan menegaskan bahwa keamanan bukan slogan, melainkan kerja nyata.
Di saat masyarakat bergerak dan pariwisata tumbuh, polisi memilih hadir lebih dekat—menjaga, melindungi, dan memastikan setiap perjalanan berlangsung aman hingga tujuan. (end/rill)







