Menu

Mode Gelap
Sekda OKU Selatan Pimpin Sosialisasi Manajemen Talenta ASN, Dorong Aparatur Profesional dan Berdaya Saing Pemkab OKU Selatan Laksanakan Restocking Ikan di Tebat Gabus dan Tebat Bengkok, Perkuat Kelestarian Perairan dan Ketahanan Pangan Pemkab OKU Selatan Gelar Rakor Penyusunan Rancangan Awal RKPD dan Renja Perangkat Daerah Tahun 2027 Ketua TP PKK OKU Selatan Lantik Ketua TP PKK Kecamatan Muaradua dan Runjung Agung Pemilihan Ketat, Resha–Nefri Inge Terpilih Jadi Ketua dan Sekretaris AJI Palembang Pemkab OKU Selatan Dukung Operasi Bibir Sumbing Gratis Peringati HUT ke-22

Headline

Bisa Mencapai Rp 1-2 Miliar, Akankah Bakal Terjadi Anggota DPRD Ramai Gadaikan SK untuk Pinjaman Bank Bernilai Fantastis?

badge-check


					Ilustrasi puluhan Anggota DPRD terpilih, saat dilantik dan diambil sumpah. Perbesar

Ilustrasi puluhan Anggota DPRD terpilih, saat dilantik dan diambil sumpah.

NARASINEWS – Keputusan mengejutkan muncul dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), di mana Surat Keputusan (SK) para anggota memiliki nilai yang tinggi.

SK tersebut bukan hanya sekadar dokumen administratif, tetapi juga dapat dijadikan jaminan untuk pengajuan pinjaman bank hingga mencapai Rp 1-2 miliar.

Tingginya nilai SK ini dimanfaatkan oleh para anggota dewan yang sedang menjabat. Mereka berlomba-lomba menggadaikan SK tersebut ke berbagai bank untuk mendapatkan pinjaman.

Fenomena ini bukanlah hal baru. Sebagian besar anggota DPRD diketahui menggunakan SK mereka sebagai jaminan untuk mendapatkan dana tambahan.

Dana yang diperoleh dari pinjaman ini sering kali digunakan untuk melunasi utang, terutama yang berkaitan dengan biaya kampanye.

Mantep Nih, Linkin Park Comeback dengan Co-Vocalist dan Drummer Baru, Siap Rilis Album ‘From Zero’

Selama masa kampanye, biaya yang dikeluarkan oleh para anggota dewan untuk memperkenalkan diri kepada publik cukup besar, bahkan bisa mencapai ratusan juta hingga lebih dari Rp 1 miliar.

Setelah terpilih, beban finansial yang mereka tanggung kerap kali membuat mereka mencari alternatif pendanaan, dengan menggadaikan SK sebagai solusi cepat.

Bank-bank yang memberikan pinjaman ini umumnya menghitung besaran pinjaman berdasarkan gaji dan tunjangan yang diterima anggota dewan.

Dengan pendapatan bulanan yang bisa mencapai Rp 30 juta dari tunjangan perumahan, komunikasi, dan tunjangan lainnya, bank merasa yakin bahwa pinjaman tersebut dapat dilunasi dengan tepat waktu.

Namun, praktik ini menimbulkan pertanyaan dari masyarakat.

Acer Rilis TravelMate P6 14 AI, Laptop Ultra-Ringan dengan Kecerdasan (AI) Canggih, Ini Penjelasanya

Bagaimana mungkin seorang wakil rakyat yang seharusnya fokus melayani kepentingan publik justru sibuk mencari pinjaman untuk keperluan pribadi?

Apakah ini mencerminkan gaya hidup mewah yang tidak sejalan dengan tanggung jawab mereka?

Anggota dewan yang menggadaikan SK mereka berdalih bahwa ini adalah hak pribadi dan tidak mengganggu tugas mereka sebagai wakil rakyat.

Namun, masyarakat berharap agar para wakil rakyat lebih bijaksana dalam mengelola keuangan, dan tetap memprioritaskan kepentingan publik. (*/end)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab OKU Selatan Laksanakan Restocking Ikan di Tebat Gabus dan Tebat Bengkok, Perkuat Kelestarian Perairan dan Ketahanan Pangan

10 Februari 2026 - 00:29 WIB

Pemilihan Ketat, Resha–Nefri Inge Terpilih Jadi Ketua dan Sekretaris AJI Palembang

8 Februari 2026 - 00:16 WIB

Cekcok WhatsApp Berujung Maut, Remaja 19 Tahun Tewas Ditusuk di Perkim Pelangki

7 Februari 2026 - 18:27 WIB

Pemkab OKU Selatan Bersama TNI-Polri Gelar Aksi Bersih Danau Ranau

6 Februari 2026 - 22:23 WIB

Perkuat Budaya Baca, Bunda Literasi OKU Selatan Hadiri Audiensi Literasi di Perpusnas RI

6 Februari 2026 - 00:36 WIB

Trending di Headline